Kejaksaan Sudah Kantongi Nama Calon Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Di KPU Lamongan
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksanaan Negeri Lamongan, Yugo Susandi SH
By: komari
9 Okt 2019 15:56
 
 

Reporter: Komari S Praja 

LAMONGAN (BM)-Kejaksaan Negeri Lamongan kini sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah pada Pilkada 2015 lalu. Dan nama tersebut akan dimunculkan saat penetapan.

Menurut   Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksanaan Negeri Lamongan, Yugo Susandi SH, pada Beritametro, penanganan kasus tersebut saat ini sudah naik ke penyidikan khusus (DIK khusus). 

“Nama calon tersangka sudah ada. Nanti tunggu penetapannya” kata Yugo Susandi SH, singkat, Rabu (9/10) siang.

Sebelumnya Yugo, panggilan Yugo Susandi SH,  pada sejumlah awak media menyebutkan dalam kasus dugaan penyelewengan  dana hidah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan saat Pilkada 2015, ada pengembalian uang yang dari salah seorang staf Sekertariat KPU Lamongan.

“Memang ada pengembalian yang dilakukan setiap sebulan sekali, besaranya mencapai Rp 3,5 juta setiap bulannya” terang  Yugo saat itu. 

Menurutnya, penangganan dugaan penyelewengan dana hibah di KPU Lamongan pada penyelenggaran Pilkada 2015 lalu, berawal dari adanya temuan BPK, kemudian ditindaklanjuti oleh Kejaksaaan.

“Hingga saat ini sejumlah pihak dari sekertariat KPU Lamongan sudah kita lakukan pemanggilan dan pemeriksan dalam kasus dugaan ini” ungkap Yugo, panggilan  Kasi Pidsus Yugo Susandi SH.

Namun, tegasnya, semua statusnya masih saksi. Diantanra yang telah dilakukan  lakukan pemeriksaan tersebut adalah  Kasubag Umum, Kasubag Teknis, Kasubag Hukum serta Kasubag Program dan Data KPU Lamongan serta Mantan Ketua KPU Lamongan.

Yugo juga memaparkan  terkait penanganan dugaan penyelewengan dana hibah tersebut,memiliki waktu hingga akhir bulan, namun pihknya terus bekerja secara maksimal untuk menuntaskanya.

“Terkait kasus ini, waktu sampai dengan akhir bulan dari Dik Khusus (penyidikan khsusus). Namun sebenarnya makin cepat makin baik” ungkap Yugo.

Dan, tambahnya, kerugian negara atas dugaan penyelewengan dana hibah tersebut mencapai Rp 1,1 milyar, dan  meski ada yang sudah dikembalikan demikian proses hukum dugaan tersebut terus berjalan. Secara keseluruhan dana hibah  untuk (Pilkada) Tahun 2015 tersebut berkisar Rp 34,3 milyar. ().


Create Account



Log In Your Account