Gugatan Tersangka Ditolak, Dungaan Penyelewengan Dana Hibah Pilkada 2015 Segera Disidangkan Di Pengadilan Tipikor
Suasana Proses Putusan Sidang Praperadian Terakait Tersangka Perkara Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Pilkada 2015 Di KPU Lamongan
By: komari
3 Des 2019 12:00
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan melakukan pemberkasan terhadap perkara dugaan penyelewengan dana hibah Pikada 2015 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai persiapan pelimpahan ke Pengadilan Tipikor  untuk digelar persidangan.

Pemberkasan tersebut dilakukan setelah adanya putusan dari Pengadilan Negeri Lamongan terkait praperadilan yang dilakukan oleh tersangka Bendahara KPU Lamongan berinisial IR.

“Dasar penetapan tersangka IR yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Lamongan selaku termohon telah sesuai dengan hukum acara yang berlaku dan tidak ada pelanggaran atas penahanan pemohon” terang Hakim Ketua, Agusty Hadi Widarto saat membacakan putusan sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Lamongan, Senin (02/12) petang. 

Agusty juga menyampaikan, bahwa surat perpanjangan penahanan lanjutan sudah dilakukan pengiriman melalui ekspedisi selama 5 (lima) kali. “Selama empat kali pengiriman rumah pemohon dalam keadaan kosong dan dibenarkan oleh saksi istri dan ibu pemohon, sedangkan yang kelima pada tanggal 27 November 2019 pukul 18.30 WIB, surat perpanjangan penahanan diterima oleh saksi namun tidak mau menandatangani berita acara” ungkapnya.

Di sisi lain, salah satu kuasa hukum termohon (Kejaksaan Lamongan), Rudi Kurniawan mengatakan, bahwa putusan penolakan dari hakim atas permohonan sidang pra peradilan terkait penetapan tersangka dan penahanan dari pemohon bersifat final.

“Putusan sudah bersifat final, sehingga proses selanjutnya adalah ke pemberkasan untuk dilimpahkan ke persidangan Tipikor” papar Rudi Kurniawan, Selasa (3/12) siang.

Sementara itu, kuasa hukum IR, Ahmad Umar Buwang, menegaskan adanya putusan dari hasil persidangan praperadilan tersebut, pihaknya mempersiapan di untuk melakukan pembelaan terhadap IR di Pengadilan Tipikor.

“Selanjutkan kita akan fokus mencari bukti untuk pembelaan terhadap IR” tegas Ahmad Umar Buwang singkat. 

Seperti diketahui diketahui berita sebelumnya,  Kejaksaan Negeri Lamongan telah menetapkan IR sebagai tersangka dalam penanganan kasus dugaan penyelewengan dana hibah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan saat Pilkada Tahun 2015.

“Ya sudah ada penetapan satu tersangka dalam kasus ini” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lamongan, Yugo Susandi SH, pada Bulan Okboter lalu yang juga menjelaskan minimal ada 2 bukti untuk menentukan tersangka. (kom)


Create Account



Log In Your Account