Fadeli Promosikan Pantura Lamongan
Bupati Fadeli di depan ratusan anggota Kadin Jatim, menegaskan akan memangkas perizinan
By: Wahyu
28 Sept 2016 19:36
 
 
LAMONGAN (BM) - Tidak biasanya, gathering Pemkab Lamongan bersama investor tahun ini dilaksanakan Surabaya. Padahal selama bertahun-tahun, acara yang digagas untuk menggaet investor baru itu selalu di dalam kota. “Saya datang sendiri, langsung memberikan pemaparan, menjemput untuk menanamkan investasi di Lamongan,” terang Bupati Fadeli membuka pemaparannya di Hotel Swiss Bellinn, Surabaya, Rabu (28/9).
 
Di kemudian menyebutkan bagaimana pemerintah pusat tengah getol mengeluarkan hingga 13 paket kebijakan ekonomi. “Apa yang sudah disampaikan pemerintah pusat, terutama terkait paket kebijakan ke 12 dan 13, yakni penyederhanaan dan deregulasi perizinan, ini yang akan coba benar-benar kami terapkan di Lamongan,” ujarnya. “Pada intinya, kami siap memberikan pelayan terbaik kepada investor. Perizinan di Lamongan harus mudah dan murah,” tambahnya.
 
Apalagi, tambah Fadeli, Lamongan masih punya potensi investasi besar. Seperti pemanfaatan lahan di sepanjang pantura, terutama di Kecamatan Brondong. Dia mengungkapkan terdapat 3 ribu hektar lahan di tepi pantai yang bisa dimanfaatkan.
 
Fadeli kemudian menybutkan data di tahun 2015, Lamongan mampu memproduksi 121.915 ton ikan, yang memiliki peluang industrialisasi. Karena baru dimanfaatkan 50 persennya saja untuk industri. Kemudian di wilayah tengah ke arah Jombang dan ke arah Mojokerto sangat potensial pula untuk industri.

“Kami sangat memahami apa yang dibutuhkan para pebisnis dan investor. Saya siap langsung membantu investor yang mau masuk,” katanya berpromosi di depan ratusan anggota Kadin Jatim kemarin.
 
Iming-iming Fadeli didukung Wakil Ketua Kadin Jatim Bidang Peternakan, Perikanan dan Hasil Laut Kahirul Jaelani. Dia mengatakan yang diperlukan pengusaha adalah kemudahan perizinan. 
 
“Kalau ada kemudahan izin, investasi pasti datang berbondong-bondong. Karena selama ini itulah yang menjadi hambatan investor,” ujarnya.
 
Selama 2015, nilai investasi yang masuk Lamongan mencapai Rp 3.135.341.878.643, dengan jumlah perusahaan sebanyak 1.385 unit. Itu terdiri dari PMDN sebesar Rp 1.196.456.217.143 dan PMA sebesar Rp 1.038.885.661.500.
 
Sedangkan sampai triwulan kedua tahun ini, investasi yang masuk sudah mencapai Rp 711.539.024.471, dengan jumlah perusahaan sebanyak 721 unit. Fadeli optimistis, akhir tahun ini ada peluang investasi yang masuk bisa mencapai Rp 5 triliun. (ifa/zen/epe)

Create Account



Log In Your Account