Bupati Kediri ‘Wajibkan’ PNS Gunakan Elpiji Non subsidi
Bupati Kediri Haryanti Sutrisno
By: Wahyu
18 Okt 2016 19:37
 
 
KEDIRI (BM) - Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengajak para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Kediri,  untuk menggunakan tabung elpiji non subsidi "Bright gas" ukuran 5,5 kilogram. 
 
"Dari gaji dan tunjangan, teman-teman PNS ini kan warga yang mampu, bukan masuk warga miskin, jadi diarahkan agar semua berkomitmen untuk tidak menggunakan elpiji subsidi, karena itu hak warga miskin, beralih ke elpiji non subsidi," kata Bupati di Pendopo Kabupaten Kediri, Selasa.
 
Dikatakan, selama ini masyarakat mengenal elpiji non subsidi hanya yang 12 kilogram, sehingga harganya mahal, namun saat ini sudah ada yang ukuran 5,5 kilogram dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
 
"Orang mau beli tabung non subsidi 12 kilogram harga bertambah mahal, jadi orang mau beli merasa terlalu banyak uang yang dikeluarkan. Ini ada 5,5 kilogram, kan lebih terasa ringan untuk membelinya," ujarnya. Pihaknya saat ini masih melakukan imbauan, namun kedepan diharapkan, terutama para pegawai negeri sipil ini beralih memanfaatkan tabung elpiji yang non subsidi.
 
Sementara ini pada pangkalan, di Kabupaten Kediri masih terbatas. Maka itu, pihaknya mempersilakan jika perangkat desa ingin membentuk BUMDES (badan usaha milik desa). Mereka bisa mencari untung dengan membuka pangkalan tersebut.
 
Sementara itu, General Manager Pertamina MOR V Ageng Giriyono yang hadir dalam acara itu mengatakan mendukung upaya Bupati untuk mendorong agar PNS memanfaatkan tabung elpiji non subsidi. PNS dinilai sebagai orang yang mampu dan berpengaruh, sehingga bisa menjadi panutan, dan secara bisa bertahap mengurangi penggunaan elpiji bersubsidi.
 
"Kami berharap imbauan ini sebagai langkah awal positif oleh pemerintah daerah. Dari Bupati mendukung penuh dan ini sejalan dengan upaya pemerintah bagaimana elpiji ini tepat sasaran," ujarnya. Pihaknya mengungkapkan, saat ini konsumsi elpiji Kediri masih didominasi elpiji bersubsidi dengan 89 persen dari total komposisi penjualan produk. Diharapkan dengan adanya dukungan dan dorongan pemerintah dapat menekan konsumsi itu. 
 
Di Kediri, terdapat outlet elpiji non subsidi yang tersebar pada 12 agen, 89 pangkalan, serta 23 SPBU. Jika mampu ditekan, ke depannya bisa menurunkan beban pemerintah.
 
"Jika sudah mulai dengan baik tentu saja beban pemerintah melalui subsidi akan berkurang. BBM contohnya, subsidi turun, sangat mungkin elpiji juga turun, tapi ini sebenarnya ranah pemerintah. Kami hanya membuat terobosan bagaimana menciptakan produk dan diterima masyarakat," paparnya.
 
Target awal, elpiji ukuran 5,5 kilogram "Bright gas" ini di Kediri raya sudah 5.000 tabung terpasarkan dan hingga akhir tahun ditargetkan menembus angka 8.000 tabung. Sosialisasi ini diikuti seluruh satuan kerja di Kabupaten Kediri, baik SKPD maupun kecamatan. Ada sekitar 200 peserta yang hadir. Selain sosialisasi, peserta perempuan yang hadir mendapatkan tabung secara gratis.(nas/dra)

Create Account



Log In Your Account