APBD Kabupaten Kediri Masih Andalkan Dana Perimbangan
Ilustrasi
By: Wahyu
29 Nov 2016 19:39
 
 
KEDIRI (BM) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kediri ternyata masih mengandalkan dana perimbangan dari pemerintah pusat. Sementara untuk dana yang asli dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sekitar 10 persen saja. Data yang dihimpun, APBD Kabupaten Kediri 2017 ditaregtkan sekitar Rp 2,4 Triliun. Dana tersebut didominasi dana perimbangan dari pemerintah pusat, yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Sana Alokasi Khusus (DAK). Sementara untuk PAD Kabupaten Kediri, 2016 kemarin hanya sekitar Rp 291 miliar. Dimunkinkan 2017 PAD Kabupaten Kediri tidak jauh dari jumlah tersebut.
 
Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri, Joko Susilo mengaku memang pendapatan terbesar adalah keuangan dari pusat. Meskipun demikian pihaknya berupaya memacu pendapatan salah satunya dari pajak, serta badan usaha milik daerah. “ Meskipun demikian Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya untuk menaikkan pendapatan asli daerah,” ujarnya.
 
Guna menaikkan PAD, pemerintah Kabupaten Kediri segera mengajukan perubahan Peraturan Daerah nomor 17 tahun 2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah. Namun oleh fraksi Nasdem ditolak, saat melakukan pembacaan pandangan umum fraksi terakit perda kenaikan retribusi kekayaan daerah . Karena kenaikan retribusi kekayaan daerah tidak signifikan terhadap kinerja Pemerintah Daerah. Selain itu  besarnya jumlah total pendapatan dari retribusi kekayaan daerah tidak ada artinya apabila dibandingkan dengan terdapatnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) pada tiap tahunnya. Yang tahun 2016 ini saja, Silpa Kabupaten Kediri di estimasikan masih diatas Rp 500 milyar.(bad/dra)

Create Account



Log In Your Account