Terkait Investasi MeMiles, Polda Panggil Judika Hingga Siti Badriah
Barang Bukti Berupa Barang Elekronik Diamankan Polda Jatim
By: admin
7 Jan 2020 17:12
 
 

Surabaya (BM) - Polisi akan memanggil sejumlah artis dan figur publik yang diduga terkait dengan investasi bodong MeMiles. Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan. Beberapa artis pun mengonfirmasi jika berhalangan hadir dan menunda kehadirannya minggu depan.

"Sudah kami kirim, ada yang konfirmasi sakit mau datang nanti minggu kedua. Ada yang masih punya jadwal lain," kata Gidion di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (7/1/2020).

Namun, Gidion enggan merinci siapa artis yang akan datang pekan depan. 

Sebelumnya, dari data yang dihimpun, ada beberapa artis diantaranya Judika, Siti Badriah, Marcello Tahitoe atau Ello, Adjie Notonegoro, Ika Deli hingga Irma Darma.

Sementara itu, Gidion menambahkan hingga kini ada 18 orang yang melapor ke SPKT Polda Jatim terkait penipuan investasi ini. Dia mengimbau masyarakat tak segan untuk melapor, agar penanganan kasus ini semakin terang dengan banyaknya data dan bukti.

"Yang laporan kurang lebih ada 18, nanti cek lagi di SPKT. Menurut saya kan lebih baik melapor karena kalau nanti keputusan pemerintah misalnya kembalinya ini bisa dijadikan dasar kepada pelapor kan lebih bagus," ujarnya.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.

Selain itu, dalam praktiknya, MeMiles juga memberikan iming-iming hadiah fantastis dan tak masuk akal pada nasabah. Misalnya saja hanya investasi ratusan ribu, nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti TV, Kulkas, hingga AC.

Hal ini lah yang membuat peminat MeMiles melonjak. Dalam 8 bulan beredar, MeMiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi pun menyita uang Rp 120 Miliar dan menetapkan dua tersangka.

Aktivitas MeMiles yang dioperasikan PT Kam and Kam sebenarnya sudah disetop oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi sejak pertengahan 2019. 

Investasi bodong MeMiles dioperasikan PT Kam and Kam.

Barang bukti berupa uang senilai Rp 50 miliar sempat dipamerkan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan akhir pekan lalu.

Dalam kasus itu, Polda Jatim telah mengamankan dua pucuk pimpinan PT Kam and Kam yaitu KP dan FS. Ditaksir MeMiles telah mengumpulkan uang mencapai Rp 750 miliar.

Selidik punya selidik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi telah menyetop aktivitas MeMiles sejak pertengahan 2019. Berdasarkan informasi yang dikutip dari website OJK, Selasa (7/1/2020), berikut 14 investasi ilegal yang dihentikan OJK pada Agustus 2019:

1. PT HMG Global Worldwide (Money game)

2. PT Hipo Bisnis Manajemen/ PT Hipo Coin Internasional (Multi level marketing tanpa izin)

3. PT Ezycloud Teknologi Indonesia/ PT Megah Visi Anugerah (EzyCloud) (Investasi aplikasi EzyCloud)

4. CV Mitra Sukses Bersama (MSB). Kegiatan investasi kemitraan ternak semut rangrang

5. BlackRock Brother (money game)

6. Valbury Indonesia Valbury Group Maivo Trader Lasmaeda (investasi uang)

7. PT Kam and Kam (MeMiles-investasi aplikasi advertising)

8. PT Fast Investasi/ www.fastinvestasi.id (investasi uang)

9. Omega Prime Group (trading forex)

10. PT Aku Digital Indonesia (AkuMobil-jual beli motor online)

11. PT Bersama Milik Bangsa (punyabersama.id), equity crowfunding tanpa izin.

12. PT Cipta Multiarta Mandiri (investasi uang)

13. Fortune Bet (money game)

14. Ketut Ardiasa, dkk. (Sosialisasi hutang lunas dengan SBKKN)

"Satgas Waspada Investasi juga mengimbau kembali kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam kegiatan yang dilakukan oleh entitas PT Kam And Kam (Memiles) karena merupakan kegiatan yang ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas," demikian siaran pers OJK.

Satgas Waspada Investasi terdiri dari 13 kementerian/lembaga yaitu OJK, Bank Indonesia, Kementerian Kominfo, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, PPATK dan BKPM.(det/tit)


Create Account



Log In Your Account