Pemuda Pancasila : Pemkot Harus Evaluasi Kasus Proyek Pembangunan Pasar Baru
Situasi Saat Ambruknya Penyangga Lantai Dua Proyek Revitalisasi Pasar Baru (Eko/BM)
By: ekopb
23 Nov 2019 22:18
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Peristiwa kecelakaan kerja pada proyek revitalisasi Pasar Baru, Kota Probolinggo, hingga menyebabkan tujuh pekerja mengalami luka-luka, direaksi Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Probolinggo.

Sekretaris MPC PP Kota Probolinggo, Achmad Zakaria Latief, Sabtu (23/11/2019) malam menyatakan, peristiwa tersebut tidak bisa dianggap remeh. Kata dia, evaluasi menyeluruh terhadap proses pengerjaan proyek dari hulu hingga hilir, harus dilakukan pemerintah daerah.  

"Kami mencatat ada kelemahan pada fungsi pengawasan. Seharusnya pemerintah dan konsultan pengawas serius mengawasi proyek infrastruktur yang didanai uang rakyat," cetusnya.

Diantara ruang-ruang yang perlu diawasi, lanjut pria akrab disapa Jaka itu, diantaranya soal tekhnis pelaksanaan System Manajemen Keselamatan Kerja (SMK3) selama pekerjaan berlangsung.

Hingga membentuk tim inveatigasi dan auditor independen dari unsur masyarakat, untuk melakukan audit seluruh proyek yang sedang dikerjakan

"Kalau sampai SMK3 tidak dijalankan kontraktor dan lolos dari pengawasan, konyol namanya. Jangan ngawur dan sembrono, revitalisasi pasar baru itu proyek milyaran rupiah," sambungnya.

Pentolan PP ini juga mendesak, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memanggil para pihak. Sedangkan pemkot diminta menjatuhkan sanksi tegas karena kuat dugaan peristiwa tersebut menjadi kelalaian kontraktor.

"Merujuk pasal (96) UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi menjelaskan, setiap penyedia jasa dan atau pengguna jasa yang tidak memenuhi standart keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dapat dikenai sanksi. Itu sudah jelas," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III, DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, menyatakan prihatin atas peristiwa kecelakaan kerja dimaksud.

Kata dia, ambruknya balok kayu penyangga lantai dua pasar baru semestinya tidak terjadi. Sebab rekanan, pasti memiliki orang-orang teknik yang sudah ahli dibidangnya.

“Kami Komisi III prihatin atas kejadian tersebut, dimana pembangunannya telah menggunakan anggaran besar, namun sampai seperti itu. Tentu hal tersebut, bisa menjadi indikasi akan tidak terselesaikannya pekerjaan,” terang Agus.

Selain memastikan rapat dengar pendapat (RDP) dengan rekanan proyek pasar baru, Agus, juga berharap pihak berwajib serius mengusut kasus tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi, menjelaskan, sehari pasca peristiwa terjadi sudah memanggil komisaris konsultan proyek. "Kami sudah panggil saksi-saksi untuk kita dengar keterangannya," tegas Nanang.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan pasar baru, di JL. Pahlawan, Kota Probolinggo, ambruk, Kamis (21/11/2019) malam. Sedikitnya tujuh pekerja proyek, mengalami luka-luka.

Seorang pekerja yang enggan namanya ditulis mengatakan, pekerjaan konstruksi yang ambruk yakni saat proses pengecoran. "Saat adukan semen ditumpahkan, tiba-tiba penyangga lantainya ambruk," kata dia.

Ketujuh pekerja proyek yang mengalami luka-luka, akibat insiden itu langsung dilarikan ke RSU Dharma Husada, guna mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Probolinggo, Amin Fredy, saat dihubungi Jumat (22/11/2019) siang menjelaskan, ambruknya lantai cor pasar, karena kurang rapatnya tumpuan penyangga lantai coran.

“Untuk penyebab utamanya, karena tumpuannya kurang rapat. Balok tiang penyangga tumpuan patah,”terang Amin Fredy. (Eko) 


Create Account



Log In Your Account