Atap Sekolah Ambruk Tewaskan Seorang Guru Dan Murid
Warga Mengevakuasi Korban Dari Reruntuhan.
By: admin
5 Nov 2019 18:38
 
 

PASURUAN (BM) - Dua orang tewas dalam insiden ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong I, Kecamatan Gandingrejo, Kota Pasuruan merupakan seorang guru dan murid.

Selain itu, 11 murid lainnya terluka akibat ambruknya atap kelas yang digunakan untuk proses belajar mengajar tersebut.

Insiden itu terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung, sekitar pukul 08.15 Wib, Selasa (10/11/2019).

Dua orang korban yang tewas diketahui bernama Irza Almira (8), murid kelas 2B asal Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo dan seorang guru yang saat itu berada di kelas 5A, Sevina Arsy Wijaya (19), warga Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

"Untuk sementara ini, dua korban yang tewas tersebut adalah guru dan murid," terang salah satu tim medis dari Pemkot Pasuruan, Dwi Hesti Heriyanti.

Selain itu tercatat ada 11 korban luka, yaitu Zidan (8), Wildalmul (11), Abdul Muktim (11), Hilda Salsa (11), Alisah (7), Kina (8), Zahra Salsabilla (9), Akbar (8), Siti Rohmania (8), Aisyah (8) dan Ahmad Gerhana (8).

"Penyebab runtuhnya atap bangunan ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Pasuruan Kota," ujar Kapolsek Gadingrejo, Kompol Timbul Wahono di lokasi kejadian.

Menurut informasi yang didapat, bangunan sekolah tersebut berbentuk memanjang. Atap yang ambruk merupakan atap dari ruang kelas 2A, 2B, 5A dan 5B.

Padahal informasinya, sekolah ini baru direnovasi akhir 2016 lalu. Dilihat dari genteng dan rangka galvalum, memang terlihat masih baru.

 

Penyelidikan

Polda Jatim turun tangan di kasus ambruknya atap bangunan SDN Gentong I Kota Pasuruan. Tim laboratorium forensik Polda Jatim diturunkan menyelidiki penyebab ambruknya atap bangunan SD.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jatim mengambil alih kasus yang sebelumnya ditangani Polres Pasuruan Kota. Nantinya proses penyidikan seluruhnya akan ditangani Polda Jatim, termasuk pemanggilan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Polda ambil alih ini, bersama Polres Pasuruan Kota untuk melakukan yang namanya identifikasi," tegasnya, Selasa (5/11).

Saat ini tim laboratorium forensik Polda Jatim telah meluncur ke tempat kejadian perkara untuk melakukan proses identifikasi penyebab ambruknya atap bangunan sekolah yang baru dibangun pada 2017 lalu itu.

"Polda Jawa Timur sudah memanggil laboratorium forensik kita sudah berangkat menuju ke Pasuruan Kota guna memeriksa konstruksi dan memeriksa keseluruhan dari pada bangunan-bangunan itu," paparnya.

Selain melakukan proses identifikasi, polisi juga akan melakukan pemanggilan terhadap kontraktor yang membangun gedung kelas yang ambruk itu. Namun, hal itu baru dilakukan setelah pihaknya melakukan proses identifikasi.

"Arahnya nanti kesana (kontraktor), itu pasti. Tapi kita lakukan proses identifikasi lebih dulu ya. Biarkan tim di lapangan bekerja dulu ya," tegasnya.

 

Kesaksian

Sejumlah saksi menyebut ambruknya atap genting yang ditopang galvalum itu tak terduga. Bahkan kelas masih digunakan proses belajar mengajar seperti biasa.

Gedung yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari 4 kelas. Yakni kelas II A dan B dan kelas V A dan B. Rata-rata tiap kelas ada 30 siswa.

"Kelas II A dan B sedang ada proses belajar mengajar seperti biasa. Kelas V A dan B sedang ada kegiatan olah raga di luar. Tapi sejumlah siswa dan guru di dalam kelas," kata Anti, salah seorang guru, Selasa (5/11/2019).

Ia sedang mengajar di kelas II B saat kejadian. Ia berhasil menyelamatkan diri lari keluar. Ia tak menyangka atap akan ambruk.

"Tiba-tiba ada suara kayak tsunami. Ambruknya berjalan dari selatan," ujarnya.

Anti, terus menangis dan tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia tampak syok mendegar kabar ada yang meninggal dalam peristiwa tersebut.

Sementara Budi Santoso petugas kebersihan, mengatakan saat atap ambruk, para siswa berhamburan keluar. Mereka menjerit dan menangis. Banyak yang syok. Sementara belasan orang tertimpa material yang ambruk.

"Nggak nyangka bisa ambruk semua," terang Budi.

Ahmad Eksan, warga sekitar lokasi mengatakan setidaknya ada 13 orang yang tertimpa reruntuhan atap.

"Saya sempat menolong tadi. Ada sekitar 13 yang tak bisa keluar. Kemudian ditolong," terangnya.

Adinda Lailatul, siswa kelas II yang berhasil selamat mengatakan kejadian tersebut sangat tiba-tiba.

"Tiba-tiba atap jatuh, semua kaget," ujarnya sembari terus menangis dipelukan ibunya.

Para korban dilarikan ke rumah sakit dengan dua ambulance. Para siswa yang selamat tampak menangis dan syok. Puluhan orang tua murid yang datang ke sekolah setelah menerima kabar, menangis dan memeluk anak mereka yang selamat.

 

5 Saksi Diperiksa 

Satreskrim Polres Pasuruan Kota melakukan sterilisasi gedung SDN Gentong Pasuruan yang ambruk. 5 Saksi diperiksa terikat kejadian yang menewaskan satu guru dan siswa ini.

"5 Saksi sedang kami periksa. Mereka yakni satu tukang kebersihan, dan lainnya guru," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, Selasa (5/11/2019).

Polisi juga sudah melakukan sterilisasi TKP. Garis polisi terpasang melingkari gedung yang ambruk. "Besok akan didatangkan forensik untuk melakukan penyelidikan," terang Slamet. (dim/det/tri/tit)


Create Account



Log In Your Account