Minimarket CTH Jual Produk UKM Se Jawa Timur
Manajer CTH Drs Bambang Wahyuono MM di Outlet CTH, Jln Raya Juanda. (BM/HARUN EFFENDY)
By: harun
18 Okt 2018 16:26
 
 

 

SIDOARJO (BM) - Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) Provinsi Jawa Timur turut berperan aktif membantu penjualan produk-produk hasil UKM Se Jatim di mini market Cooperative Trading House (CTH), Jln Raya Juanda.


Terdapat produk-produk unggulan berupa makanan ringan, makanan hasil olahan, kemudian minuman, kerajinan hingga produk fashion khas Jawa Timur, semua disajikan secara rapi dan terperinci di rak-rak penjualan lengkap dengan tulisan harga jual.


Harga jualnya sendiri relatif terjangkau, mulai IDR 6.000 untuk mainan tradisional, lalu ada pakaian dengan banderol IDR 300 ribu hingga tas berbahan kulit buaya senilai IDR 1 juta.


Menurut penuturan manajer CTH, Drs Bambang Wahyuono MM, bahwa Bidang Pemasaran selama ini melakukan kegiatan pameran, kontak bisnis, diklat pemasaran, pelatihan bimtek dan lain sebagainya, sedangkan CTH ini masuk kategori eksekusi bisnis. “Membantu memasarkan produk koperasi dan UKM se Jatim,” katanya, Kamis (18/10) siang.


Belakangan ini untuk branding CTH yang pada awalnya, disempurnakan menjadi CTH Pusat Oleh-oleh UKM Jawa Timur. “Yang jelas ada layanan pemasaran offline di sini (CTH), toko atau outlet ini, ada juga, CTH online di Aplikasi Store Android dan Instagram,” terang Bambang di outlet CTH.


Selain itu, masih Bambang, pihaknya juga melakukan layanan delivery lewat JNE dan POS. Sedangkan untuk layanan ekspor belum maksimal. “Produknya sudah bagus, food dan non food, hampir semua daerah ada di sini untuk food nya, melalui proses seleksi dan kurasi yang baik, kemasan, rasa, isinya, syukur-syukur produknya ada di toko lain seperti di pasar modern, artinya legal formal nya sudah ada,” jelasnya.


Untuk mendapat kesempatan display produk di CTH, syaratnya memiliki KTP Jawa Timur, sebab CTH merupakan fasilitas kedinasan. “Makanan yang sudah populer di Surabaya, ada almond crispy, aneka kerupuk, kripik andalan Sidoarjo, produk Malang juga, kalau minuman ada herbal, aneka kopi, sedang yang non food ada batik fashion dan kerajinan, kemudian boneka, aneka rajut, serta produk kayu,” ungkapnya.


Untuk agenda rutin bulanan sesuai arahan Kepala DinkopUKM dilakukan penjualan produk di depan (halaman) CTH dengan membuka lapak. “Strategi awal, kami kerjasama dengan agen perjalanan, namun tidak maksimal. Sebab ini bukan daerah wisata seperti Yogyakarta maupun Bali. Oleh sebab itu kami berencana menggelar even-even untuk meningkatkan kunjungan,” tuturnya.


Model even diantaranya, membuat kelas memasak, mengundang komunitas, pelatihan personal branding dan lomba-lomba fashion. “Persoalan yang kami hadapi pasca Lebaran kunjungan menurun, untuk itu kami juga akan lakukan promo bekerjasama dengan produk yang sudah populer, Kue Lapis Surabaya. Kita akan buat booth di depan (CTH),” imbuhnya.


Lanjut Bambang mengatakan, kalau barang-barang di CTH memiliki kualitas bagus. “Yang pertama kami buat bagaimana orang berkunjung, sebab kami yakin, siapa saja yang sudah pernah masuk ke sini (CTH), akhirnya nanti akan beli,” timpalnya.


Dirinya mengakui kalau selama ini CTH masih lemah di promosi dan kunjungan. “Ini (CTH) program baru, sehingga model kunjungan masih rombongan, seperti kunjungan resmi kedinasan dari luar daerah, rombongan wisata, tamu hotel sekitar, tetapi untuk calon pembeli yang lalu lalang masih belum”, sambungnya.


Untuk jam buka CTH setiap harinya, Senin-Jum’at mulai pukul 08:00-19:00. Sedangkan Sabtu-Minggu buka jam 10:00-19:00. Kemudian, pembeli yang hendak menjual produknya kembali juga diperkenankan, baik grosir maupun satuan. “Kalau ada pihak yang ingin membantu memasarkan kami persilahkan seperti yang dijual toko-toko di Pamekasan,” pungkasnya. (har)


Create Account



Log In Your Account