Jalin Kerja Sama Dengan Marketplace Bukalapak, Shopee, Tokopedia Dan Blibli.com
By: era
27 Nov 2019 13:00
 
 

SURABAYA (BM) – Industri dan perdagangan di Jawa Timur berkembang semakin pesat. Dalam semeter satu tahun 2019, PDRB Jatim Timur mencapai Rp 1.147,22 Triliun. Ini terdiri dari 29,76% sektor industri, sebanyak 18,6% sektor perdagangan dan 12,08% sektor pertanian. 

“Intinya yang pertama, kita akan mengembangkan industri kecil menengah di era digitalisasi, menggunakan jejaring digital,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Dr. Ir. Drajat Irawan, SE, MT     di kantornya, Selasa (26/11) malam. 

Lanjutnya, Kontribusi PDRB Jatim Terhadap PDB Nasional yaitu 14,85%. PDRB Sektor Pertanian Jatim terhadap PDB Sektor Pertanian Nasional yaitu 13,47%. Sedangkan Sektor Industri Pengolahan terhadap PDB Sektor Industri Pengolahan Nasional yaitu 22,51%. Dan Sektor Perdagangan terhadap PDB Sektor perdagangan Nasional adalah 20,87%.

Sementara itu, ada beberapa kerja sama yang terjalin dengan marketplace diantaranya Bukalapak, Shopee, Tokopedia dan Blibli.com. Agenda kerja sama dengan Bukalapak yakni MoU Bukalapak dengan Pemprov Jatim, Pendirian kantor R&D di Surabaya, Bridging 1.294 Industri Kecil Menengah (IKM) dengan marketplace, kemudian juga membentuk komunitas.

Tak jauh beda, kerja sama dengan Shopee juga dalam hal membentuk Komunitas Shopee di Surabaya, Malang dan Mojokerto, beroperasi di 7 negara dan pendampingan bagi IKM beroerientasi ekspor.

“Kerja sama dengan Tokopedia seperti makerfest di kota besar, tokopedia center, Mira Tokopedia, Pasar Digital, Petani Go Online,” lanjut Drajat.

Kerja sama dengan Blibli.com yaitu fasilitas gudang, kreasi nusantara bagi IKM, serta pendampingan IKM. 

“Jumlah industri Idi Jawa Timur lebih dari 817.000, terbanyak adalah industri kecil yaitu 793.000 , industri menengah lebih dari 22.000 dan industri besar yaitu lebih dari 1200. Di provinsi Jatim yang banyak adalah industri kecil menengah,” tegas pria murah senyum ini.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Disperindag Jatim. Diantaranya pemantauan kualitas bahan baku, setelah itu saat pengolahan ada bimbangan dari Disperindag melalui pelatihan teknis dan peerkembangan teknologi. “Kita intervensi melalui UPT. Setelah jadi, kemudian diberi standarisasi seperti perlindungan konsumen, sertifikat halal, SNI kemudian baru pengemasan. Nah, bagaimana dengan pemasaran? Ada dua yaitu pasar dalam negeri dan luar negeri. Termasuk mengajak mereka bermisi dagang di beberapa pulau. Juga memasang dalam bentuk online atau e-commerce.”

Lanjut Drajat, sehingga tahun2019 IKM banyak dibimbing di bidang uji nutrisi, bidang HAKI, fasilitasi barcode, sertifikasi sertifikat hahlal, SNI dan bimbangan ISO dan difasilitas beruapa pameran dan misi dagang. Dalam jangkan pendek dan menengah, selain dintar menjadi digital, IKM kita juga ada beberapa yang fokus pad digitl. 

“Mereka diedukasi dan diharapkan punya keterampilan terkini, sehingga mereka mampu menjadi developer, content creator, tim developer, digital marketing serta beberapa tentang sosial media managemen. Juga disediakan mentor yang bisa didatangkan dari luar dan juga klien. Klien adalah dunia usaha yang membutuhkan pekerjaan pada talent,” terang Drajat. (Era)

 

 


Create Account



Log In Your Account