Kejati Didesak Periksa Anggota Dewan Soal BO
Ketua Yayasan Ujung Aspal (YUS) Alex Yudawan
By: Wahyu
6 Okt 2016 19:38
 
 
BATU (BM)- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim diminta memeriksa kalangan DPRD Kota Batu dalam mengungkap kasus Block Office (BO) Pemkot Batu. ? Permintaan tersebut disampaikan aliansi LSM yang tergabung di Kota Batu, Kamis (6/10).Menurut Ketua Yayasan Ujung Aspal (YUS) Alex Yudawan?, Kalangan LSM mendesak tim Kejati Jatim agar tidak hanya mengusut para eksekutif dan tim 9 saja. "Namun DPRD Kota Batu khususnya tim banggar kala itu juga diperiksa," kata dia.
Dijelaskan ?misteri permasalahan block office di Kota Batu yang sedang ditangani tim Kejati Jatim memang menggelinding bagaikan bola salju. Hanya saja, ujarnya, selama ini hanya puluhan pejabat dari eksekutif yang menjadi terperiksa. Padahal, menurutnya, ? tak mungkin anggaran pembebasan lahan block office tersebut akan cair tahun 2009 bila tim Banggar teliti dan tidak serta merta main hantam kromo untuk mengamini anggaran pengadaan lahan tersebut.
"Itu mengingat DPRD sebagai pengontrol anggaran. Sedangkan anggaran APBD Kota Batu adalah uang rakyat," jelas dia. Makanya, tidak seharusnya DPRD bagian tim Banggar menyetujui begitu saja. Sehingga, tak menimbulkan persoalan hukum. Sayangnya, posisi dewan justru terkesan tidak berfungsi. Sehingga patut diduga ada indikasi tidak benar.
Apalagi, lahan yang dimanfaatkan untuk BO itu berdasarkan data di letter C di kantor Desa Pesanggrahan adalah tanah eigendom?. Artinya, pada saat eksekutif mengajukan anggaran perencanaan pembebasan lahan belum ada sertifikatnya. "Jadi kasus ini bisa kasus Hambalang jilid ll," kata Alex Yunawan.
Sementara itu, Ketua LSM Alap Alap, Gaib Sampurna juga merasakan adanya ketidakberesan lahan BO itu. Sebab, kala melakukan aksi damai mempertanyakan keabsahan lahan yang penuh misteri itu justeru diobrak-abrik segerombolan orang yang tidak dikenal. Mereka menyerbu secara anarkis dan membubarkan paksa aksi yang dilakukan Gaib dkk.
"Jadi kenangan masa lalu itu teringat kembali. Makanya, sekarang kami beserta para aktifis yang tergabung di Kota Batu mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kejati Maluli Hutagalung yang terus mengusut kasus ini," ujar Gaib.
Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono dari politisi Partai Gerindra enggan menyikapi desakan para aktifis tersebut. "Mas saya tidak komentar dulu. Saya harus kordinasi dengan bapak ketua. Disamping itu saat ini masih momen Pilkada," ucapnya singkat.?(lil/gus/dra)

Create Account



Log In Your Account