Dicanangkan 2017 Wali Kota Batu Sebelumnya, Akhirnya Pasar Sayur Diresmikan Wali Kota Dewanti Rumpoko
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) Bersama Jajarannya Mengabadikan Momen Di Depan Pasar Sayur, Senin (17/02/20) Pagi. (BM/HARUN)
By: harun
17 Feb 2020 14:43
 
 

BATU (BM) - Dibuka penampilan tari sekar sari yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menandai diresmikannya Pasar Sayur Kota Batu di Jalan Dewi Sartika (Pasar Besar Unit Sayur), Senin (17/02/20) pagi.

Diperlukan proses panjang dan tidak mudah dalam mewujudkan pembangunan pasar yang pencanangannya telah dimulai sejak 2017 silam oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko kala itu.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Batu Arif Setyawan mengatakan, bahwa sebelum dibangun, kondisi pasar didominasi bangunan tidak permanen, sehingga terkesan kumuh. 

"Selain itu, area parkir kendaraan ditemukan banyak lubang, kalau turun hujan becek," tutur Arif saat membacakan laporan di hadapan wali kota secara terbuka.

Pada saat pengerjaan Pasar Sayur di tahap pertama awal 2017 itu menelan anggaran biaya sebesar Rp8,8 miliar dengan menempati lahan seluas 3.000 meter persegi, meliputi pekerjaan pondasi, kios luar pasar 136 kios, dan pekerjaan lantai di dalam pasar.

"Mohon maaf ibu, pedagang di sini lebih suka lantai pakai semen, sehingga lantai keramiknya terpaksa dibongkar," ucapnya merendah kepada Wali Kota Dewanti.

Kemudian untuk pembangunan tahap kedua pada 2019 memakan anggaran Rp5,5 miliar, dilakukan konstruksi atap pasar, termasuk pembangunan los 138 di dalam pasar, sehingga bisa menampung total 374 pedagang sayur. Disamping itu, yang juga termasuk tahap ini, yakni pavingisasi, serta pembongkaran kios lama.

Di 2020 ini, belum rampung sepenuhnya, sebab masih ada tahap lanjutan pembangunan atas saran tim ahli, yakni yang pertama soal drainase, perlu dilakukan singkronisasi elevasi yang di dalam dan luar Pasar Sayur. 

"Kedua, pemasangan kisi-kisi di bagian atap, karena kalau hujan campur angin, airnya masih nampes (terkena percikan air). Lalu, pemasangan kanopi kios yang menghadap keluar bangunan pasar, utamanya di sebelah timur. Hal ini untuk menghalau percikan air hujan dan mencegah terik matahari. Kemudian pembebasan satu unit kaveling di sebelah barat pasar," terangnya.

Perbaikan Pasar Meningkatkan Penjualan Hingga 300 Persen

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Dewanti menyampaikan ungkapan syukur yang tak terhingga dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kelancaran pembangunan Pasar Sayur ini.

"Tanggal 17 itu keramat bagi bangsa Indonesia, contohnya Proklamasi 17 Agustus. Kalau dijumlahkan, sama dengan delapan. Angka bagus bagi Feng Shui Cina. Sebab, satu-satunya angka yang tersambung. Harapannya, rezekinya gak putus, persaudaraan gak putus, semuanya lancar," tuturnya.

Labih lanjut, wali kota yang akrab disapa Bude ini mengungkapkan rangkaian acara berikutnya, yakni pagelaran wayang kulit tanggal 19 Februari. "Semua ini tujuannya, agar Pasar Sayur bisa aman, lancar, tentram, laris, barokah. Pedagangnya bisa umroh dan haji bareng-bareng, kalau sudah begitu, Bu Wali dan Pak Sekda ojo dilalekno (jangan dilupakan)," bunyi doanya yang spontan diamini para pedagang. 

Mengutip fakta di lapangan, masih Wali Kota Dewanti, bahwa pasar itu apabila dilakukan perbaikan, maka rata-rata kenaikan penjualannya dapat mencapai 300 persen. "Salah satu penyebabnya, pembeli merasa nyaman, begitu juga pedagang. Nah, mudah-mudahan tahapan pembangunan yang telah disebutkan (2020,red) dapat berjalan lancar, karena ada dua tahap," timpalnya.

Pembangunan Sempat Molor Akibat Prosesi Lelang

Pasang-surut pembangunan Pasar Sayur yang sempat mengalami kemacetan pada 2018 lalu, karena gagal lelang. Hal itu membuat Wali Kota Dewanti dan jajarannya sempat mengalami frustasi. Ditambah lagi banyaknya keluhan pedagang dan masyarakat kepada dirinya melalui pesan singkat dan media sosial.

"Tidak ada niat sedikitpun yang membuat pemerintah untuk membuat sesuatu itu setengah-setengah, tidak memberi fasilitas yang memadai, itu tidak ada. Tetapi, yang ada proses lelang yang belum memenuhi syarat, misalnya peminat lelang kurang, tidak cukup modal, maupun tenaga ahli yang tidak memadai. Jadi, tersendatnya pembangunan Pasar Sayur membuat saya dan banyak pihak sedih, tidak hanya pedagang," paparnya.

Sekali lagi, dirinya menegaskan, bahwa bukan Pemkot Batu yang menghentikan pembangunan Pasar Sayur, tetapi proses pengajuan lelang itu yang belum lulus.

"Nah, Alhamdulillah 2019 hampir gagal, akhirnya ada pemenang tender, meskipun itu juga tidak berjalan mulus. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada pihak Kejaksaan Negeri Kota Batu yang melakukan pendampingan, dengan terseok-seok, akhirnya keinginan memiliki Pasar Sayur itu dapat terwujud," ungkapnya.

Pesan Wali Kota Dewanti Kepada Pedagang Pasar Sayur

Mengingat rumitnya pembangunan dengan dana pemerintah, masih Wali Kota Dewanti, pihaknya meminta kepada para pedagang di Pasar Sayur untuk ikut menjaga pasar sebaik-baiknya.

"Masio duwek e onok (biarpun uangnya ada), tidak seperti membangun rumah sendiri, yang bebas menentukan model dan arsiteknya. Tapi, kalau dana pemerintah harus ada proses yang benar," timpalnya.

Untuk itu, ia meminta pedagang, jika ditemukan cacat pada dinding, atap segera diperbaiki agar tidak melebar. "Nek onok cuwel-cuwel, cepet didandani gawe duwek e dewe (kalau ada lecet-lecet segera diperbaiki memakai uang pribadi), sebab memang ada dana perbaikan dari pemerintah, tetapi ada tahapan yang harus dilalui untuk pencairan, keburu kerusakan semakin bertambah," imbuhnya.

Pesan berikutnya, Bude Dewanti, meminta pedagang untuk menjaga kebersihan. "Saya minta petugas kebersihan meletakkan tempat sampah di tempat strategis, selain itu, pedagang juga menjaga kebersihan, kerapihan lapak-lapak nya, jangan sampai sebulan lagi saya ke sini, temboknya cuwel-cuwel," tukasnya.

Lain halnya, kalau pedagang hendak menempel gambar-gambar buah-buahan dan sayuran pada dinding dipersilahkan. "Kalau dibuat bagus, malahan boleh. Tetapi jangan sampai dirusak," pintanya spontan dijawab pedagang, "inggih (siap)..!,".

Kemudian, Wali Kota Dewanti mengajak seluruh pedagang yang hadir untuk bersyukur dan berdoa bersama-sama. "Alhamdulillahi robbil Alamin, punya Pasar Sayur yang bagus, saya janji untuk menjaga kebersihan, dan kebagusan pasar ini," ucapnya bersama-sama seluruh pedagang.

Tahun 2021 Giliran Pasar Besar Dibangun, Pedagang Harus Setuju

Pembangunan Pasar Sayur sendiri tidak dilakukan pemungutan biaya kepada pedagang, alias gratis. "Ini pasar dibangun oleh pemerintah, milik pemerintah, silahkan dibuat berjualan dengan sebaik-baiknya," imbau Wali Kota Dewanti saat menyerahkan kunci stand secara simbolis kepada perwakilan pedagang.

Yang lainnya, masih Wali Kota Dewanti, seluruh pedagang diminta untuk rukun. "Insyaallah, kalau guyup, bersatu, dagangannya laris manis, rezeki barokah, kathah (banyak), turah-turah (melimpah), saget sangu dateng (dapat dipakai biaya haji) Mekah, Amin. Tak titeni sing ngamini paling banter, tak titeni lapak e nangdi (saya tandai yang keras suara aminnya, kiosnya di mana saya kunjungi).

Di penghujung sambutan, Wali Kota Dewanti menjabarkan rencana pembangunan Pasar Besar. "Tahun 2020 ini Pemkot Batu akan menyelesaikan administrasi Pasar Besar, dan tahun depan (2021), Pasar Besar Pemkot Batu harus mulai dibangun. Untuk itu, tidak ada yang tidak setuju," tegasnya disambut tepuk tangan riuh pedagang dan undangan.

Kegiatan peresmian Pasar Sayur sendiri dihadiri oleh seluruh jajaran Pemkot Batu, Bank Jatim, Kapolres Batu, Dandim serta Forkopimda Kota Batu, awak media dan seluruh pedagang. (run)


Create Account



Log In Your Account